Jumat, 01 Februari 2013

one and only

Menjadi Tawanan Hatimu ::

 

Manusia di belahan bumi mana  pun, 

tentu tidak ingin kebebasannya tumpas.

juga tidak ingin kebahagiaannya terampas.

Manusia di belahan bumi mana pun, 

tentu menginginkan kebebasannya utuh. 

Juga mendapatkan kebahagiaan penuh.

Namun, seringkali manusia dihadapkan pada dua pilihan, 

kebebasan utuh tanpa kebahagiaan penuh; 

atau kebahagiaan penuh tanpa kebebasan utuh.

Tentu, pilihan-pilihan itu lebih getir dari  buah simalakama. 

Tapi manusia harus memilih. Tanpa mengolah dan mimilah. 

Pilihan adalah risiko itu sendiri.

Bukankah manusia adalah tawanan kehidupan? Begitu pula 

diriku, tawanan hatimu. Lebih tepatnya, tertawan di hatimu. 

Atau lebih tepatnya lagi, menyerahkan diri menjadi tawanan hatimu.

Manusia harus memilih. Dan aku telah memilih. Ya, 

memilih menjadi tawanan hatimu. Menyerahkan diri menjadi tawanan 

kepada kamu yang sungguh menawan.

~proud to: my tia lovely~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar